Monday, April 11, 2011

VIDEO | Easy Trackstand

Liat dan amati video ini, pasti lo bisa melakukannya... it's so easy! (katanya) :D

Tuesday, April 5, 2011

Foto | Liverbikers Medan

Kebetulan baru 4 orang saja yang hadir, mungkin beberapa pekan lagi semua liverbikers Medan bisa kumpul bareng untuk gowes di Car Free Day Medan. Go Medan!

Tuesday, March 29, 2011

VIDEO | SADIO

Welcome to SADIO Family from Lim on Vimeo.


SADIO welcomes Dew
*For Tricker lover

VIDEO | H Plus Son rims TB14


Production from H Plus Son on Vimeo.

Video H Plus Son. Ini dokumentasi produksi Rims TB14

Cyclo Trick Jam 2011

MC (Gitaris White Shoes & co) mengumumkan bahwa kontes siap dimulai
Track Stand Contest is begin
Harits 'South Beach Queen' (2nd Winner Track Stand) Sedang mencoba melepas baju
Gia 'SLYFIX' (1st Winner of Track Stand)

Friday, March 25, 2011

VIDEO | Macaframa - OFFICIAL Fixed Gear Trailer in HD

Thursday, March 24, 2011

Bike To Museum


Tanggal 13 Maret lalu, Liverbikers berkesempatan melakukan gowes yang bernas & edukatif :) .. mungkin kalau sekedar gowes CFD mah biasa, gowes night ride juga biasa... Nah hari itu kita melakukan gowes yang ngga biasa, kita buat acara gowes lebih bernilai, kita berusaha menghargai jasa-jasa para Pahlawan baik pahlawan perjuangan maupun pahlawan seni... tsaaahhh gayanya! Awalnya kita mau satu persatu masuk museumnya, tetapi karena waktu yang sudah siang kita hanya menyambangi beberapa museum dan berlama-lama di museum seni di daerah Kota Tua. Perjalanan diawali dengan berkumpul seperti biasa di Bunderan HI, lalu berhenti sebentar di Museum Nasional, lalu berhenti lagi di Museum Arsip di sekitar Glodok, dan berakhir di Museum Fatahilah dan Museum Seni di Kota Tua. Ternyata seru juga gowes sambil bertualang di museum. Yuuu... kita galakkan lagi berkunjung ke museum kaya waktu sekolah SD dulu :)



Tuesday, March 22, 2011

Video | Shed Rolltop Messenger Bag/Paris

Video iklan tas bike messenger yang berlokasi di Paris!




Shed Rolltop Messenger Bag / Paris from Mission Workshop on Vimeo.

Monday, March 21, 2011

Tour de Ancol


Tanggal 6 Maret 2011 lalu, Liverbikers berhasil menempuh jarak yang lumayan cukup jauh. Mulai dari base camp di depan pintu gerbang Grand Indonesia, perjalanan dilanjutkan ke daerah Kota Tua, karena cuaca yang sangat mendukung akhirnya selang beberapa jam perjalanan dilanjutkan daerah wisata Pantai Karnaval Ancol, dengan melalui trayek jalan tembus perkampungan, melewati Pelabuhan Sunda Kelapa dan berakhir di Ancol. Kurang lebih memakan waktu 2-3 jam bermain dan bernarsis ria di sana, perjalanan pulang cuacapun kurang bersahabat karena hujan deras hanya terjadi di Ancol, perjalanan pun melewati jalan memutar yang cukup jauh, yaitu melewati Kemayoran - Pasar Senen - Pasar Baru dan kembali ke base camp Bunderan HI, lalu para goweser pun berpisah disana, ada yang ke cibubur, Tanjung Priok, Cipete, Cilandak... Perjalanan yang melelahkan tetapi puas, karena malamnya tim kesayangan kita Liverpool berhasil mengalahkan musuh bebuyutan MU. Salam Gowes!


Agungredsman Melaporkan!

Friday, March 18, 2011

VIDEO | The Life of NYC bike messenger

Sepenggal kisah kehidupan para bike messenger di kota New York, style dan sepeda-nya bisa dicontoh nih!

Frigid Fury from BODABODANYC on Vimeo.

Wednesday, February 16, 2011

SnapShot

Sejarah Sepeda

Sejarah sepeda bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil dibangun di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes. Keduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang – pada masa itu – untuk berjalan.

Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais. Von Drais yang tercatat sebagai mahasiswa matematik dan mekanik di Heidelberg, Jerman berhasil melakukan terobosan penting, yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya.
Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817. Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.

James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil. velocipede1.jpgSepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa. Sebab Starley berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Sampai kini, kedua teknologi itu masih terus dipakai. Buntutnya, sepeda menjadi lebih ringan untuk dikayuh.
Sayangnya, sepeda dengan roda yang besar itu memiliki banyak kekurangan. Ini menjadi dilema bagi orang-orang yang berperawakan mungil dan wanita. Karena posisi pedal dan jok yang cukup tinggi, mereka mengeluhkan kesulitan untuk mengendarainya.

Sampai akhirnya, keponakan James Starley, John Kemp Starley menemukan solusinya. Ia menciptakan sepeda yang lebih aman untuk dikendarai oleh siapa saja pada 1886. Sepeda ini sudah punya rantai untuk menggerakkan roda belakang dan ukuran kedua rodanya sama. Namun penemuan tak kalah penting dilakukan John Boyd Dunlop pada 1888. Dunlop berhasil menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin (pneumatic tire). Dari sinilah, awal kemajuan sepeda yang pesat. Beragam bentuk sepeda berhasil diciptakan.

Seperti diketahui kemudian, sepeda menjadi kendaraan yang mengasyikkan. Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh kaum penjajah, terutama Belanda. Mereka memboyong sepeda produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia. Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi berdarah biru. Akhirnya, sepeda jadi alat transpor yang bergengsi.

Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda. Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.

Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.

Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan “mesin” khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah “berani” menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).

Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang. Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang). Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.

Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.

Kini, sepeda punya beragam nama dan model. Ada sepeda roda tiga buat balita, sepeda mini, “sepeda kumbang”, hingga sepeda tandem buat dikendarai bersama. Bahkan olahraga balap sepeda mengenal sedikitnya tiga macam perangkat lomba. Yakni “sepeda jalan raya” untuk jalanan mulus yang memiliki sampai 16 kombinasi gir yang berbeda, “sepeda track” dengan hanya 1 gigi serta “sepeda gunung” yang memiliki 24 gigi.

Sunday, January 2, 2011

Wall of Fame


Nama : Ricky "Dare Devil"
Sepeda : Hex - Wake up from the dead"


Nama : Enrico Benitez
Sepeda :
- Frame, Crank, rearvelg =  Pake
- Frontwheel = Aerospoke
- BB sugino, hub Phillwood
Nama : Agungredsman
Sepeda :
- Frame Creratebikes.com
- stem eightinch
- risebar Livery

Nama : Rian a.k.a Batonk
Sepeda :
- Frame Gokil custom
- stem nitto
- risebar custom

Nama : Dr. Boby
Sepeda :
Centurion MTB

Nama : Ikiir
Sepeda :
- Jemboly
- stem create
- hub Mecca

Nama : Imron "walker"
Sepeda :
- Frame custom
- torpedo
- risebar custom























Author: Rian Batonk

New Year's Eve





































Author: Rian Batonk

Night Ride (06/12/2010)





























Author: Rian Batonk

Car Free Day (26/12/2010)


























Author: Rian Batonk

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by agungredsman